Rabu, 24 April 2013


MAHASISWA SEBAGAI GERAKAN PERUBAHAN
oleh : marzukin fahri

Keberadaan tirani kekuasaan meniscayakan keberadaan mahasiswa sebagai bagian dari masayarakat yang memiliki potensi dalam mengawal regulasi yang tidak memihak pada kepentingan masyarakat. Sejarah kembali menorehkan kisahnya, memperlihatkan posisi mahasiswa dari zaman proklamasi hingga zaman reformasi dalam mengawal kekuasaan tirani untuk mencerdasakan bangsa dan memperjuangkan hak-hak masyarakat yang tertindas serta mengawal isu-isu kebangsaan.

Uraian pergerakan kemahasiswaan di atas mengantarkan kita kepada pemahaman terdapat posisi penting mahasiswa dalam perubahan sosial. Menghubungkan tirani dengan memasyarakatkan segala jenis relugasi yang telah dibuat agar tidak meleluasakan kepentingan para pemilik modal di bawah penderitaan rakyat. Memberikan penyadaran kepada masyarakat untuk bangkit dan melawan penindasan akibat kuasa tirani yang menindas. Sebagai bagian dari masyarakat bersama-sama melakukan perlawanan terhadap penindasan. JANGAN DIAM, Mari bergerak !!!

Karena kita ketahui pemimpin dan kepemimpinan mahasiswa memainkan peran penting dalam gerakan perubahan dan pembaruan Negara. Mahasiswa atau aktivis-aktivis mereka pada kenyataannya merupakan kekuatan moral, sosial, dan kekuatan politik baik di Negara maju maupun di Negara yang sedang berkembang seperti Indonesia misalnya. Indonesia sekarang sangat-sangat membutuhkan kontribusi maupun partisipasi lansung dalam mewujudkan cita –cita bangsa ini, terutama kaum muda yang katanya akan melanjutkan estapet kepemimpinan ini. Karena yang kita ketahui dimana kaum muda atau aktivis saat ini sekarang mereka menyibukkan dirinya dibidang ilmiah maupun dibidang teknologi khususnya mahasiswa. Maka dari itu, perguruan tinggi harus sejalan dengan perkembangan teknologi saat ini untuk menyesuaikan diri dengan masyarakat saat ini.


HIDUP MAHASISWA !!!

Selasa, 23 April 2013

KISAH-KISAH DALAM HIDUPKU


Sebenarnyasih begitu banyak cerita/sejarah yang aku alami dalam hidup ini. Susah senang, tangis tawa itu semua bumbu pelengkapnya. Hanya saja saya tidak bisa menuliskan semua kisah perjalanan hidupku ini karena memoriku terbatas untuk mengingat semuanya, tapi tenang aku akan menulis kisah yang paling berkesan dalam hidupku dan tak akan pernah aku lupakan. Yang pertama tentang cita-cita semasa aku kecil..

SEANDAINYA AKU MENJADI KENEK

Masih dalam ceritaku saat masih kecil, kali ini akan kuceritakan tentang cita-citaku saat itu. Tapi sebelumnya maaf dulu kalo caraku menceritakan tidak bagus, acak-acakan, dsb. Maklumlah, masih newbie dalam perblog-an..hehe
Uang uang dan uang. itulah yang ada dalam benak fikiran semasa kecilku, bahwa segala sesuatu yang aku lakukan harus menghasilkan uang. Aku tidak pernah memilih apa yang harus aku kerjakan yang penting menghasilkan uang bahkan aku pernah keliling kampung untuk menjual ikan tidak lain hanya untuk uang. Sesuatu saat aku pernah ditanya, apa cita-citamu nak???  Dengan luguhnya dan percaya diri aku menjawab ingin menjadi seorang kenek, karena saat itu  aku fikir dengan menjadi kenek itu salah satu cara yang paling cepat dan tepat untuk mendapatkan uang. coba anda bayangkan semasa aku kecil masih jarang sekali orang yang memiliki kendaraan pribadi, rata-rata mereka menggunakan kendaraan umum dan uang dari tumpangan tersebut lansung dikasih ke keneknya, aku fikir uang tersebut lansung masuk ke kantong keneknya, maklumlah masih kecil gtu..hehe tapi saat itu bukan hanya uang yang aku fikirkan dengan menjadi kenek keluargakupun bisa dapat tumpangan gratis..hehe
Beberapa tahun setelahnya aku mulai sadar bahwa apa yang aku cita-citakan semasa aku kecil tersebut sesuatu yang tidak tepat dan harus aku rubah…

Itulah sedikit kisah semasa aku kecil, dan InsyaAllah akan kutuliskan cerita selanjutnya… 

DUNIA SEMENTARA AKHIRAT SELAMANYA
oleh : marzukin fahri

Aku teringat dengan kata-kata sang inspirasiku “ tanamlah padi karena rumput pasti akan ikut tumbuh dan jangan pernah kau tanam rumput karena padi tidak akan pernah ikut tumbuh bersama rumput” sepenggal kalimat inilah yang merubah mainset berfikir saya.

kalimat tersebut memang sedehana bahkan kalau kita tidak telah akan menjadi kalimat yang biasa-biasa saja, padahal memiliki makna yang luas..
Artinya orang yang selalu melakukan urusan akherat dengan catatan tidak melupakan kewajiban dunianya akan memperoleh hasil bagi kebutuhan dunia dan akheratnya. Sedangkan mereka yang hanya disibukkan dengan urusan dunia, bisa dipastikan tidak akan mendapatkan hasil apapun untuk kebutuhan akheratnya nanti. Semua yang ia lakukan itu hanya akan terus membebaninya, bahkan menjadikan dirinya tersisih dari pribadi yang baik dan beruntung di hadapan-Nya.

Bahwa kita hidup di dunia ini sekedar mampir atau bersifat sementara sebelum sampai kepada kehidupan yang kekal nan abadi yaitu kehidupan di akhirat. Tentu sebelum kita melangkah untuk melanjutkan perjalanan kita menuju kepada ke kehidupan yang sesungguhnyah kita harus mempersiapkan bekal yang sebanyak-banyaknya, karena nantinya di Negeri yang abadi tersebut takkan ada lagi kesempatan untuk memperbaiki diri, kecuali menikmati hasil dari tingkah laku di dunia...